Selasa, 24 Januari 2023

Budaya Positif di Sekolah

Beberapa konsep terkait Budaya Positif adalah sebagai berikut.
1. Disiplin Positif merupakan disiplin dalam arti belajar untuk memahami betul tindakan dengan memerintahkan diri sendiri, menggali potensinya menuju tujuan mulia yang berharga dan bermakna, sehingga segala tindakannya berdasarkan motivasi instrinsik.
2. Teori Kontrol bermakna bahwa pada dasarnya manusia mampu mengendalikan dirinya sendiri, dengan kata lain kontrol perilaku seseorang dapat dikendalikan dirinya sendiri. Adalah ilusi bila ada pernyataan-pernyataan semacam guru mengontrol murid, semua penguatan positif adalah efektif dan bermanfaat, kritik membuat orang merasa bersalah bisa menguatkan karakter orang tersebut, orang dewasa berhak memaksa.
3. Teori Motivasi. Secara garis besar motivasi perilaku manusia terdiri atas tiga level/tingkat. Pertama adalah untuk menghindari ketidaknyamanan atau hukuman. Kedua, untuk mendapatkan imbalan atau penghargaan orang lain. Ketiga, untuk menjadi sesuai dengan keinginan diri dan menghargai diri sendiri dengan kepercayaan akan nilai-nilai.
4. Hukuman dan Penghargaan. Dalam pendidikan, hukuman dan penghargaan sama-sama berujung pada dampak yang kurang baik. Hukuman memberikan predikat gagal bagi pelaku/terhukum. Penghargaan menghilangkan motivasi instrinsik, tidak efektif untuk mengubah perilaku negatif karena memunculkan ketergantungan, merusak hubungan antar murid, mengurangi ketepatan tindakan, mengurangi kualitas hasil, mematikan kreativitas murid, dan sejatinya penghargaan merupakan hukuman bagi pihak yang tidak menerima penghargaan.
5. Posisi Kontrol Guru. Pertama adalah penghukum, selalu mengatakan sekolah memerlukan mekanisme untuk menekan murid-murid. Kedua yaitu pembuat merasa bersalah, meski dengan suara lembut membuat murid merasa tidak nyaman, bersalah, atau rendah diri kemudian menilai diri sendiri buruk, tidak berharga, dan mengecewakan. Ketiga yakni teman, meskipun tidak menyakiti/menyudutkan murid tetapi berusaha mengontrol murid dengan berbagai pendekatan atau bujukan yang dapat berakibat ketergantungan pada guru tersebut. Keempat yaitu pemantau, mengandalkan penghitungan, catatan, dan/atau data sebagai bukti perilaku murid. Kelima adalah manajer, guru bersama murid, mempersilakan murid bertanggung jawab atas perbuatannya, mendukung murid menemukan solusi permasalahannya sendiri, dapat menjadi teman atau pemantau bagi murid.
6. Kebutuhan Dasar Manusia merupakan dasar alasan manusia dalam melakukan tindakan dalam mencapai tujuan tertentu, terdiri dari kebutuhan bertahan hidup, kasih sayang dan rasa diterima, kebebasan, kesenangan, dan penguasaan.
7. Keyakinan Kelas merupakan dasar fondasi dan arah tujuan kelas/sekolah yang akan menjadi landasan dalam pemecahan permasalahan-permasalahan di dalamnya.
8. Segitiga Restitusi merupakan tiga tahapan tindakan penanaman disiplin positif. Pertama menstabilkan identitas, membantu murid untuk tenang dan kembali ke suasana hati untuk belajar dan menyelesaikan masalah. Kedua yaitu validasi tindakan yang salah/kebutuhan, langkah untuk menemukenali alasan/kebutuhan yang ingin dipenuhi saat permasalahan muncul untuk kemudian ditemukan cara-cara solutif pemenuhannya. Ketiga adalah menanyakan keyakinan, langkah untuk melakukan validasi keyakinan murid untuk menjadi manusia yang sesuai dengan nilai-nilai kebajikan universal.

Video diseminasi, implementasi, pengalaman, dan pembelajaran beberapa konsep budaya positif di sekolah dapat dilihat pada https://www.youtube.com/watch?v=xA7nwgS3thg

Jumat, 02 Desember 2016

Pelatihan KOGTIK di SMAN 8 Surakarta

Pelatihan KOGTIK di SMAN 8 Surakarta

Di tengah belum pasti masuknya mata pelajaran TIK/KKPI dalam Kurikulum 2013, KOGTIK (Komunitas Guru TIK dan KKPI) tetap berusaha berjuang demi menunjukkan aktifitas dan keberadaan KOGTIK.

Pelatihan ini diselenggarakan dengan sepenuhnya disponsori oleh PUSTEKOM KEMENDIKBUD. Pelaksanaan di SMAN 8 Surakarta, Jawa Tengah.

Adapun Pembicara dalam Pelatihan ini adalah :
1. Bp. Hasan dari PUSTEKOM dengan materi Digital Literasi
2. Bp. Jasman Indradno dari BPTIKP Provinsi Jawa Tengah dengan materi Kebijakan TIK untuk Pendidikan
3. Bp. Bambang Susetyanto dari KOGTIK dengan materi Literasi Digital Menuju Abad 21
4. Bp. Wijaya Kusumah omjaylabs@gmail.com dari KOGTIK dengan materi Pemanfaatan Blog sebagai Media Pembelajaran.

Pelaksanaan pelatihan diawali dengan pemaparan materi, kemudian dilanjutkan dengan workshop pemanfaatan blog.

Semoga dengan pelatihan ini semakin mendorong pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memasukkan kembali mata pelajaran TIK/KKPI ke dalam Kurikulum 2013.
Aamiin ...

Jumat, 03 Agustus 2012

Di tengah-tengah kegalauan diri atas ketidaksesuaian ijazah dengan mata pelajaran yang diampu, sudah terdengar secercah kabar menggembirakan. Ada Program Pelatihan Sarjana Kependidikan dengan Kewenangan Tambahan. Sayangnya saat ini, 1. Pendaftaran belum dibuka; 2. Belum memenuhi syarat sebagai calon peserta program tersebut.

Maka dengan masih tetap berharap dan terus berdo'a atas keberlanjutan program itu dan bisa ikut serta dalam program itu, saat ini penulis sedang mengikuti PLPG di UNNES. Smoga sukses dan menjadi barokah, amin.
www.kkt.unnes.ac.id

Budaya Positif di Sekolah

Beberapa konsep terkait Budaya Positif adalah sebagai berikut. 1. Disiplin Positif merupakan disiplin dalam arti belajar untuk memahami be...